Jordan Veretout Menuju AS Roma Karena Rayuan Maut Paulo Fonseca

Pemain berposisi gelandang baru AS Roma, Jordan Veretout, mengakui tidak merasakan kesusahan berarti saat mengambil keputusan untuk pindah ke Stadio Olimpico. Dia juga menyatakan jika Paulo Fonseca jadi sosok utama di balik transfernya menuju AS Roma.

Jordan Veretout menambatkan hatinya menuju AS Roma usai main keren bareng Fiorentina pada kompetisi musim 2018-19. Bintang dari Prancis ini mendarat di Stadio Olimpico dengan pamor loan sepanjang 1 tahun.

“Fonseca menyatakan jika ia telah lumayan lama memperhatikan sepak terjang aku bareng Fiorentina. Ia amat mengagumi gaya berlaga aku dan mau cepat kerja sama, ” tutur Veretout pada La Gazzetta dello Sport.

“Tak lama berselang, ia menjelaskan filosofi bertandingnya pada aku. Hal ini lah yang membikin aku pada akhirnya mengambil keputusan untuk pindah ke Roma. Aku selanjutnya ada di sini sebab ia meyakinkan aku dan memberi aku keyakinan diri yang besar, ” lanjutnya menambahkan.

Selama jendela transfer musim panas tahun ini, Veretout jadi komoditas yang lumayan hangat diantara tim besar Italia. Di samping AS Roma, Napoli dan AC Milan jua pernah menyampaikan niatnya untuk memakai jasa Veretout.

Walau belum lama menjual Steven Nzonzi menuju Galatasaray, Veretout sendiri tidak bakal segera memperoleh garansi starter bareng Giallorossi. Bintang 26 tahun ini mesti bertarung dengan Amadou Diawara, Bryan Cristante, sampai Nicolo Zaniolo, dan Lorenzo Pellegrini.

Juventus Bersedia Korbankan Cancelo Demi Pulangkan Pogba

Ekspektasi Juventus untuk memulangkan Paul Pogba semakin tidak terbendung. Paling baru, mereka dikatakan bersedia mengorbankan defender kanannya, Joao Cancelo, menjadi salah satu bagian dari kesepakatan dengan Manchester United.

Masa depan Pogba tengah simpang siur hingga sekarang. Malahan telah terdapat 3 tim raksasa yang mengidamkan kontribusinya sebagaimana Barcelona, Real Madrid, dan Juventus. Tim terakhir jelas memiliki kesan tersendiri untuk sang bintang sebab di sana lah namanya mulai cemerlang.

Kesempatan bintang dari Prancis ini untuk balik lagi menuju Turin memang amat terbuka. Malahan Gianluca Di Marzio telah mengendus apabila Direktur Olahraga tim, Fabio Paratici, tengah melakukan jalinan dengan cara intens dengan sang bintang dan jua Manchester United.

Juventus mau menyelamatkan karier mantan anak asuhnya ini usai melakoni kompetisi musim yang tak terlampau bagus bareng United. Kendati tim yang dijuluki Setan Merah membanderol biaya yang lumayan tinggi, mereka rasa-rasanya tak kehabisan akal.

Sky Sport Italia mengabarkan jika Juve telah menyiapkan pilihan menarik yang tak dapat ditolak United. Mereka bakal menyertakan nama Joao Cancelo ditambah dengan sejumlah duit.

Adapun Cancelo sebelumnya pernah dihubungkan dengan tim besutan Ole Gunnar Solskjaer ini. Sekarang biaya bintang Portugal ada di kisaran 50 juta €. Berarti, Si Nyonya Tua lumayan menggelontorkan duit tambahan senilai 40 juta € demi memperoleh Pogba kembali.

Cara ini diperkirakan bakal menguntungkan seluruh pihak. Apalagi untuk Manchester United yang perlu pemain bertahan kanan anyar sepeninggal Antonio Valencia yang memilih pindah.

Inter Menang, Nainggolan Akui Sempat Remehkan Musuh

Gelandang Inter Milan, Radja Nainggolan, mengakui lega dapat menghantarkan pulang 3 angka dari markas Frosinone. Bintang keturunan Batak itu menuturkan, kesebelasannya sempat meremehkan sang rival saat telah memimpin 2 goal.

Inter Milan sukses menghajar Frosinone dengan score lumayan besar yaitu 3-1 di Stadion Benito Stirpe, Senin (15/4) dini hari. Hasil positif itu membikin Nerrazurri masih ada pada tempat ke 3 klasemen sementara dengan raihan 60 angka.

Radja Nainggolan mengawali score di menit ke-19 via tandukan kepalanya. Berikutnya, dia bakalan fokus bersiap melawan bekas timnya, AS Roma. Pertandingan vs Roma direncanakan diselenggarakan pada Minggu (21/4) penghujung minggu ini.

“Kami sempat memprediksi segalanya berlangsung simpel, sampai-sampai terlampau simpel. Tapi, kenyataannya saya salah memperhitungkan. Frosinone sempat memberi perlawanan sengit khususnya usai goal perdana mereka. Untungnya, kami dapat balik lagi menguasai situasi, ” tutur Radja Nainggolan sebagaimana dilansir melalui Football Italia.

“Pertandingan kayak itu memang cuma dapat dimenangkan apabila kita berlaga sabar. Berikutnya, kami mesti melawan Roma. Saya tetap memiliki tidak sedikit rekan di sana serta jelas bakal amat menghormati masa laluku. Namun, kini saya bakal bersikap profesional, ” jelasnya meneruskan.

Roberto Mancini Akui Ketangguhan Finlandia

Manajer tim nasional Italia, Roberto Mancini, menyatakan jika Finlandia adalah rival yang lumayan sukar buat ditumbangkan oleh anak asuhnya. Dia juga mengakui bersyukur sebab para pemainnya berlaga lebih bagus pada fase ke 2 laga.

Tim nasional Italia sukses mendapat hasil positif vs Finlandia via goal Nicolo Barella serta Moise Kean. Tapi, mereka kerap kali sulit membongkar sektor barisan defensif rapat punya Finlandia serta cuma bisa sesekali memberi ancaman.

“Partai tadi lumayan sukar buat kami. Sebab Finlandia berupaya keras menyudahi tiap-tiap usaha kami buat menyarangkan goal. Untungnya kami berlaga lebih bagus pada fase ke 2 laga sebab kami mau menyarangkan goal tambahan, ” tutur Roberto Mancini dilansir melalui situs web UEFA.

Roberto Mancini juga berjanji bakal cepat membenahi performa dari tim nasional Italia pada laga-laga nanti. Dia mengakui cukup sukar guna mendapatkan kekompakan diantara anak asuhnya usai lumayan lama tidak berjumpa serta latihan bareng.

“Kami telah lumayan lama tidak berjumpa serta latihan. Jadi, aku tetap punya cukup banyak job buat diselesaikan. Namun, segalanya telah berlangsung dengan bagus, ” tutur legenda hidup Sampdoria ini.

Demi Kebaikannya Sendiri, Ruben Loftus-Cheek Diminta Meninggalkan Chelsea

Legenda Sepak bola Inggris, Alan Shearer menyarankan Ruben Loftus-Cheek buat pergi dari Chelsea. Shearer menganggap talenta besar sang pemain berposisi gelandang bakal jadi sia-sia apabila dia selalu ada di tim Liga Inggris itu.

Kampanye musim ini, Maurizio Sarri memutuskan seputar Loftus-Cheek. Dia tidak mengizinkan sang pemain berposisi gelandang buat ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju tim lainnya usai musim kemarin dia melakoni 1 musim waktu peminjaman di Crystal Palace.

Walau mempertahankan kepindahan sang pemuda, Sarri tak memberi banyak jam berlaga. Hasilnya Loftus-Cheek setingkat lebih banyak menyelesaikan masanya di kursi pemain pengganti The Blues kampanye musim ini.

Shearer yakin situasi itu tak pas untuk sang pemuda hingga dia menyarankan Loftus-Cheek buat pergi. “Ruben Loftus-Cheek memiliki keputusan besar yang mesti dieksekusi pada penghujung kampanye musim mendatang,” klaim Shearer pada The Sun.

Shearer mengaku jika bintang 22 tahun itu punya talenta yang besar, hingga dia amat menyayangkan apabila sang pemuda tak mendapat peluang berlaga yang cukup.

“Dia menyarangkan goal menuju gawang Fulham kemarin. Ia mengerjakan hal yang serupa kala terakhir kali ia bertanding di Premier League ketika menghadapi Burnley pada bulan Oktober lalu.”

“Meskipun terus berlaga bagus kala dimainkan, ia tak mendapat jam bertanding yang lumayan. Loftus-Cheek padahal mendapat waktu berlaga yang baik di Crystal Palace musim kemarin hingga dia dapat menuju Piala Dunia bareng Inggris.”

Shearer memperhitungkan bahwa Loftus-Cheek mesti memikirkan masak-masak soal masa depannya sebab dia menganggap sang bintang pantas mendapat waktu bertanding lebih banyak kampanye musim selanjutnya.

“Saya menyadari keputusannya balik lagi menuju Chelsea, sebab kampanye musim ini mereka dilatih oleh pelatih yang baru.”

“Dia mesti menanti apa ia bakal mendapat setingkat lebih banyak waktu bermain sampai penghujung kampanye musim mendatang. Apabila dia tak mendapat itu, dia mesti memikirkan masa depannya pada bursa transfer musim panas tahun mendatang.” pungkasnya.

Sejauh ini Loftus Cheek main gemilang bareng Chelsea di mana dia membikin lima goal serta satu assist dari total delapan pertandingan buat Chelsea kampanye musim ini, di mana empat penampilan dirinya datang ke permainan jadi pemain pengganti.

Arturo Vidal Terancam Hukuman Penjara

Pemain berposisi gelandang Barcelona, Arturo Vidal terancam hukuman penjara usai terlibat kasus perselisihan di Jerman.

Arturo Vidal diduga sudah menyerang satu dari sekian banyak pengunjung saat ada di diskotik Crown’s Club.

Vidal memukul kepala pengunjung ini dengan botol vidka 3 liter sampai berakibat sang pengunjung mengalami gegar otak.

Perselisihan itu berlangsung di September 2017, kala ini Vidal tengah memperkuat tim Bayern Muenchen.

Rupanya bintang dari Cile ini tak sendirian, saudara tirinya yang bernama Sandrino pun turut terlibat dalam perselisihan ini.

Hasilnya Arturo Vidal serta Sandrino dipanggil ke pengadilan distrik Munich guna menyelesaikan kasusnya.

Wow! Karier Hidup Messi Akan Jadi Inspirasi Pertunjukan Sirkus

Petualangan hidup Lionel Messi bakalan secepatnya masuk di dalam ajang sirkus terkemuka sejagat, Cirque Du Soleil. Messi baru-baru ini memberitahukan jika kisah hidupnya bakal jadi pertunjukkan yang disajikan dengan Cirque Du Soleil.

Via akun Instagram individu, Messi menyebarkan berita dia serta Cirwue Du Soleil setuju bersama itu.

Di dalam satu video singkat yang upload Rabu (10/10), Messi nampak bersama ahli men-juggle hidung badut.

“Cirque du Soleil merupakan unggulan keluarga rombongan saya. Rasanya edan serta fantastis jika Cirque Du Soleil bakal melakukan pertunjukan menurut hidup aku, semangat aku, serta olahraga aku, ” klaim Messi.

“Sebuah kehormatan guna memberitahukan kerjasama aku bersama @Cirquedusoleil guna kreasi pertunjukan anyar di 2019 yang menurut kehidupan serta semangat aku kepada sepak bola, ” tambah pemain Barcelona ini.

Seperti diberitakan BolaSport. com melalui BBC, kelompok sirkus yang berbasis pada Montreal ini mengonfirmasi jika keduanya bakal melakukan tur dunia di 2019.

Messi adalah olahragawan perdana yang petualangan hidupnya jadi inspirasi di dalam sirkus. Pada awalnya, Cirque du Soleil mementaskan kisah The Beatles serta Michael Jackson.

Cirque du Soleil menobatkan kisah hidup Messi karena mereka mau menunjukkan drama mengenai dunia sepakbola yang bergairah dan meminta dapat memberikan inspirasi melalui talenta mengesankan menurut bintang dari Argentina ini.

“Kami girang dapat kerja bersama legenda hidup menurut ini, ” tutur Jonathan Tetrault, orang nomor 1 di serta chief operating officer Cirque du Soleil diberitakan melalui BBC.

“Kami percaya jika menghantarkan warisan Messi menuju kehidupan pada atas ajang bakal menyentuh penggemar serta mengatakan pada seluruh fans sepakbola, ” lanjutnya.